Petani Tewas Saat Lerai Pertikaian di Indramayu, 5 Orang Ditangkap
Kepolisian Resor (Polres) Indramayu mengamankan lima orang yang diduga terlibat dalam kasus kematian Sanudin (44), seorang petani asal Desa Juntikedokan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di depan gerbang Tempat Pemakaman Umum (TPU) Buyut Rendani, Desa Juntikebon.
Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, mengungkapkan kelima orang yang diamankan masing-masing berinisial FHF alias A (20), R alias D (39), S alias K (36), AAA alias A (17), dan NS alias N (22).
Menurut Tarno, dua orang di antaranya, yakni R dan S, merupakan kakak beradik yang diduga terlibat perselisihan di lokasi kejadian. Saat ini, kelimanya masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Indramayu.
“Penyidikan masih terus berjalan. Tim Inafis dan Satreskrim sedang mencocokkan hasil olah TKP, barang bukti yang diamankan, serta keterangan dari lima orang yang diamankan untuk mengonstruksikan peran mereka secara jelas,” ujar Tarno saat ditemui di Mapolres Indramayu, Kamis (15/10/2026).
Polisi juga telah meminta keterangan dari tujuh saksi untuk mendalami rangkaian peristiwa tersebut. Penyidik masih mengkaji bukti-bukti yang ditemukan guna memastikan peran masing-masing orang yang diamankan serta menentukan konstruksi hukum perkara.
Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun polisi, peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Sebelum kejadian, Sanudin diketahui baru selesai menonton pertunjukan sandiwara bersama sejumlah rekannya di Desa Juntiweden, Kecamatan Juntinyuat.
Dalam perjalanan pulang, korban melintasi kawasan TPU Buyut Rendani dan mendapati pertengkaran antara R dan S. Sanudin kemudian berusaha melerai perselisihan kedua bersaudara tersebut. Namun, upaya itu diduga justru memicu konflik antara korban dan salah satu pihak yang terlibat pertengkaran.
“Kami menduga Sanudin menjadi korban pengeroyokan. Korban disebut sempat terjatuh dalam posisi telentang dan berusaha mempertahankan diri sebelum akhirnya tergeletak di sekitar saluran irigasi,” kata Tarno.
Tarno mengatakan, Dulyani (31) bersama tiga rekannya yang berada di lokasi kemudian berupaya menolong korban dengan turun ke saluran irigasi. Namun, setelah berhasil dievakuasi ke daratan, Sanudin diketahui sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Sumber: https://www.detik.com/
