Danau Dendam Tak Sudah Mulai Disulap untuk Wajah Baru Wisata Bengkulu
Kawasan Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) di Kota Bengkulu mulai ditata untuk menghadirkan wajah baru destinasi wisata tersebut. Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan kawasan ini menjadi ruang wisata yang lebih modern, tertata dan nyaman bagi masyarakat.
Tahap penataan kawasan ditandai dengan penyerahan lokasi pekerjaan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu kepada satuan kerja pelaksana Cipta Karya pada Juni 2026. Proyek penataan tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp 37,12 miliar.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengatakan pembangunan DDTS tidak hanya diarahkan untuk mempercantik kawasan wisata. Menurutnya, penataan tersebut juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM.
“Melalui penataan ini, kita ingin menghadirkan destinasi yang modern, tertata rapi, memiliki daya saing kuat, sekaligus menjadi ikon baru penopang industri pariwisata Provinsi Bengkulu,” kata Helmi Hasan, Selasa (22/9/2026).
Helmi menjelaskan pembangunan kawasan DDTS dilakukan secara bertahap. Sejak 2022, Pemprov Bengkulu telah melakukan pembebasan lahan seluas sekitar 48.703 meter persegi dengan anggaran sekitar Rp 28 miliar.
Kemudian pada 2023, pembangunan dilanjutkan dengan pembangunan elevated road atau jalan layang yang kini menjadi salah satu akses utama menuju kawasan DDTS. Pembangunan jalan layang tersebut sebelumnya menelan anggaran sekitar Rp 89 miliar, ditambah pematangan lahan sekitar Rp 2 miliar.
“Penyerahan lokasi pekerjaan ini menjadi tonggak penting. Ini menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kota untuk mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Helmi.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Tejo Suroso mengatakan penataan kawasan DDTS merupakan proses yang dilakukan secara bertahap sesuai dengan kesiapan pembangunan dan dukungan anggaran.
Tejo menyebut keberadaan jalan layang menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan karena akses lama yang berada di bibir danau dapat diarahkan menjadi bagian dari kawasan wisata.
“Penataan kawasan ini kita lakukan secara bertahap. Infrastruktur pendukung harus disiapkan agar kawasan Danau Dendam Tak Sudah nantinya dapat menjadi kawasan wisata yang tertata dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat,” kata Tejo Suroso.
Dalam tahap penataan, kawasan DDTS dirancang tidak hanya menjadi lokasi menikmati panorama danau. Sejumlah fasilitas publik dan pendukung aktivitas wisata juga disiapkan, termasuk ruang terbuka publik, pedestrian, lanskap serta fasilitas yang dapat mendukung kegiatan ekonomi masyarakat dan UMKM.
Dengan penataan tersebut, pemerintah berharap DDTS dapat berkembang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Bengkulu sekaligus ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Pengembangan kawasan ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi melalui aktivitas wisata dan keterlibatan pelaku UMKM lokal, sehingga pembangunan tidak berhenti pada perubahan fisik kawasan, tetapi turut menciptakan aktivitas ekonomi baru di sekitar DDTS.
Sumber: https://www.detik.com/
